SOROTSUMBAR.COM – Berdiri megah membelah lembah yang hijau, Janjang Koto Gadang di Kabupaten Agam tetap menawarkan panorama yang memukau mata. Namun, di balik kemiripannya dengan Great Wall di Tiongkok, ikon wisata ini kini seolah berbisik meminta pertolongan. Keindahannya yang ikonik mulai tertutup oleh minimnya pemeliharaan dan perhatian dari pemerintah daerah.
Pesona yang Tak Terbantahkan
Janjang Koto Gadang bukan sekadar deretan anak tangga. Jalur ini menawarkan sensasi berjalan di punggung bukit dengan pemandangan tebing Ngarai Sianok yang dramatis serta gagahnya Gunung Singgalang di ufuk barat. Bagi penikmat fotografi dan olahraga jalan santai, tempat ini adalah surga tersembunyi yang menghubungkan Koto Gadang dengan Kota Bukittinggi.
Keindahan yang Terancam Pudar
Sangat disayangkan, daya tarik alami ini kini beradu dengan realitas yang pahit. Pantauan di lokasi menunjukkan beberapa masalah klasik yang mulai menjauhkan wisatawan:
- Fasilitas yang Lapuk: Pagar pengaman di beberapa titik mulai berkarat, dan anak tangga yang terbuat dari semen mulai retak serta licin akibat lumut yang tak dibersihkan.
- Masalah Sampah: Tanpa pengelolaan sampah yang rutin, sudut-sudut jalur pendakian sering dikotori oleh bungkusan plastik yang merusak pemandangan.
- Akses dan Keamanan: Minimnya penerangan dan petugas keamanan membuat wisatawan merasa was-was jika berkunjung hingga sore hari.